KATA PENGANTAR
Alhamdulillah kami panjatkan puja serta puji syukur kehadirat Illahi robbi yang telah memberikan petunjuk melalui Rasul-NYA, shalawat dan salam semoga abadi tercurah kepada nabi Muhammad SAW. Pemilik uswah paripurna. Berkat Beliau kami dapat mengenal dunia yang begitu menakjubkan, berkat beliau kami dapat terangkat dari Alam Marjinalisasi menuju alam pengangkat Derajat manusia.
Ucapan terimakasih kepada segenap teman-temanku yang telah ikut berpartisipasi dalam penyelesaian makalah ini sehingga makalah ini yang berjudul PENERAPA KURIKULUM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM bias terselesaikan dengan baik dan menyenangkan.
Semoga makalah ini dapat bermanfaat, bagi kita pada khususnya dan masyarakat pada umumnya. Amin…..!
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ……………..………………………………….1
DAFTAR ISI …………………………..…………………….2
BAB I ………………………………………..……….3
PENDAHULUAN …………………………………..…………….3
BAB II ………………………………..……………….4
PEMBAHASAN …………………………………..…………….4
PENERAPAN KURIKULUM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SEKOLAH/ MADRASAH ………………………………………………...4
A. Pengertian Kurikulum para ahli ………………………………………………...4
B. Bentuk-bentuk Kurikulum 2004 dan 2006………………………………………………...5
C. Referensi ………………………………………………...5
BAB III ………………………………………………...6
KESIMPULAN ………………………………………………...6
BAB I
PENDAHULUAN
Tujuan pendidikan Agama Islam seiring dengan tujuan Allah menciptakan manusia, yakni untuk mengabdi kepada-NYA. Pengabdian kepada Allah sebagai realisasi dari keimanan yang diwujudkan dalam amaliyah untuk mencapai derajat orang yang bertaqwa disisi-NYA.
Kemudian juga Allah menciptakan manusia sebagai khalifah. Untuk melaksanakan tugasnya, khalifah dituntut untuk menjadikan sifat-sifat Allah bagian dari karakteristik kepribadiannya untuk mendukung terwujudnya kemakmuran. Pengabdian dan ketaqwaan kepada Allah merupakan jembatan untuk mencapai kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat.
Agar tujuan hidup dapat tercapai, maka perlu diperhatikan segala sesuatu yang mendukung keberhasilan program pendidikan itu. Dari sekian factor penunjang keberhasilan tujuan pendidikan , kesuksesan dalam pendidikan dan proses pembelajaran merupakan salah satu factor yang sangat dominant. Sebab di dalam proses pendidikan dan pembelajaran itulah terjadinya internalisasi nilai-nilai dan pewarisan budaya maupun norma-norma secara langsung.
BAB II
PEMBAHASAN
PENERAPAN KURIKULUM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SEKOLAH
A. Pengertian Kurikulum para ahli istilah kurikulum digunakan pertama kali pada dunia olah-raga pada jaman yunani kuno yang berasal dari kata curir dan curete, yang pada waktu itu kurikulum diartikulasikan sebagai jarak yang ditempuh seorang pelari. Orang mengistilahkannya dengan tempat berpacu atau tempat berlari mulai dari garis start sampai finish.
Selanjutnya istilah kurikulum digunakan dalam dunia pendidikan. Para ahli pendidikan memiliki interpretasi yang berbeda tentang kurikulum, namun dalam perbedaan interpretasi tersebut masih memiliki persamaan, bahwa kurikulum berhubungan erat dengan usaha mengembangkan peserta didik sesuai dengan tujuan yang ingin di capai.
Dibawah ini terdapat beberapa pendapat para ahli tentang kurikulum:
1. murray print mengungkapkan bahwa kurikulum meliputi perencanaan pengalaman belajar, program sebuah lembaga pendidikan yang diwujudkan dalam sebuah dokumen serta hasil dari implementasi dokumen yang telah disusun.
2. Peter F. Oliva menyatakan bahwa kurikulum pada dasarnya adalah suatu perencanaan atau program pengalaman siswa yang diarahkan sekolah.
Dengan demikian pengertian kurikulum dalam pandangan modern merupakan program pendidikan yang disediakan oleh sekolah yang tidak hanya sebatas bidang studi dan kegiatan belajarnya saja, akan tetapi meliputi segala sesuatu yang dapat mempengaruhi perkembangan dan pembentukan pribadi siswa sesuai dengan tujuan pendidikan yang diharapkan sehingga dapat meningkatkan mutu kehidupannya yang pelaksanaannya bukan saja di sekolah tetapi juga di luar sekolah.
B. Bentuk-bentuk kurikulum 2004 dan 2006
1. Bentuk kurikulum 2004
2. Bentuk kurikulum 2006
Kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) merupakan kurikulum terbaru di Indonesia yang disarankan untuk dijadikan rujukan oleh para pengembang kurikulum di tingkat satuan pendidikan, KTSP merupakan kurikulum yang berorientasi pada pencapaian kompetisi. Oleh sebab itu kurikulum ini merupakan penyempurnaan dari kurikulum berbasi kompetensi atau yang kita kenal dengan KBK (kurikulum 2004). ini dapat dilihat dari unsure yang melekat pada KTSP itu sendiri, yakni adanya standar kompetensi dan kompetensi dasar serta adanya prinsip yang sama dalam pengolahan kurikulum yang disebut dengan kurikulum berbasis sekolah (KBS). Standar kompetensi dan kompetensi dasar dapat kita lihat dari standar isi (SI) yang disusun oleh badan standar nasional pendidikan (BSNP), yang diturunkan dari standar kompetensi lulusan (SKL), yang selanjutnya SI dan SKL itu harus dijadikan salah satu rujukan.
- Pengertian KTSP
Dalam standar nasional pendidikan (SNP pasal 1, ayat 15), dijelaskan bahwa KTSP adalah kurikulum operasional yang disusun dan dilaksanakan oleh masing-masing satuan pendidikan.
- Karakteristik KTSP
1) dilihat dari dasarnya KTSP adalah kurikulum yang berorientasi pada disiplin ilmu.
2) KTSP adalah kurikulum yang berorientasi pada pengembangan individu.
3) KTSP adalah kurikulum yang mengakses kepentingan daerah.
4) KTSP merupakan kurikulum teknologis
- Tujuam KTSP
1) meningkatkan mutu pendidikan melalui kemandirian dan inisiatif sekolah dalam mengembangkan kurikulum mengelola dan mmberdayakan sumber daya yang tersedia.
2) Meningkatkan kepedulian warga sekolah dan masyarakat dalam pengembangan kurikulum melalui pengambilan keputusan bersama
3) Meningkatkan kompetisi yang sehat antar satuan pendidikan tentang kualitas pendidikan yang akan dicapai.
- Dasar penyusunan KTSP.
Pengembangan KTSP didasarkan pada dua landasan pokok, yakni landasan empiris dan landasan pormal.
- Komponen KTSP.
Sebagai sebuah pedoman KTSP terdiri atas empat komponen, yakni:
1) Tujuan pendidikan tingkat satuan pendidikan.
2) Struktur program dan muatan KTSP.
3) Kalender pendidikan
4) Silabus dan rencana pembelajaran.
- Proses penyusunan KTSP.
Terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan dalam menyusun KTSP, yaitu:
1) Analisis konteks. Yaitu, mengidentifikasi standar isi dan standar kemampuan lulusan, menganalisis kondisi yang ada dari satuan pendidikan dan menganalisis peluang dan tantangan yang ada di masyarakat dan lingkungan sekitar.
2) Mekanisme penyusunan. Yang meliputi Tim penyusun, kegiatan dan pemberlakuan.
C. Referensi
Saya sangat berpendapat dengan kurikulum tersebut, mestinya pengembangan teori kurikulum pendidikan agama islam perlu dipikirkan secara nasional dengan mengadakan munas pendidikan agama islam, dulu ada munas IPI dari 1993-1995, habis itu enggak ada lagi, apa tidak ada yang menggagas atau tidak ada lagi dananya?
BAB III
KESIMPULAN
Dalam menerapkan Kurikulum Pendidikan Agama Islam di sekolah, kita harus berpedoman pada KTSP yakni: Tujuan KTSP, Struktur program dan muatan KTSP, Kalender Pendidikan, Silabus dan rencana pembelajaran sehingga tercapai penerapan kurikulum tersebut kepada anak didik dan insa Allah hasilnya akan beragam apa yang kita harapkan.