Rabu, 09 Februari 2011

makalah penerapan kurikulum agama islam

KATA PENGANTAR

Alhamdulillah kami panjatkan puja serta puji syukur kehadirat Illahi robbi yang telah memberikan petunjuk melalui Rasul-NYA, shalawat dan salam semoga abadi tercurah kepada nabi Muhammad SAW. Pemilik uswah paripurna. Berkat Beliau kami dapat mengenal dunia yang begitu menakjubkan, berkat beliau kami dapat terangkat dari Alam Marjinalisasi menuju alam pengangkat Derajat manusia.

Ucapan terimakasih kepada segenap teman-temanku yang telah ikut berpartisipasi dalam penyelesaian makalah ini sehingga makalah ini yang berjudul PENERAPA KURIKULUM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM bias terselesaikan dengan baik dan menyenangkan.

Semoga makalah ini dapat bermanfaat, bagi kita pada khususnya dan masyarakat pada umumnya. Amin…..!




















DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR                         ……………..………………………………….1
DAFTAR ISI                                                   …………………………..…………………….2
BAB I                                                              ………………………………………..……….3
PENDAHULUAN                                           …………………………………..…………….3
BAB II                                                             ………………………………..……………….4
PEMBAHASAN                                             …………………………………..…………….4
PENERAPAN KURIKULUM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SEKOLAH/ MADRASAH                                                      ………………………………………………...4
A. Pengertian Kurikulum para ahli                     ………………………………………………...4
B. Bentuk-bentuk Kurikulum 2004 dan 2006………………………………………………...5
C. Referensi                                                     ………………………………………………...5
BAB III                                                            ………………………………………………...6
KESIMPULAN                                               ………………………………………………...6



















BAB I
PENDAHULUAN

Tujuan pendidikan Agama Islam seiring dengan tujuan Allah menciptakan manusia, yakni untuk mengabdi kepada-NYA. Pengabdian kepada Allah sebagai realisasi dari keimanan yang diwujudkan dalam amaliyah untuk mencapai derajat orang yang bertaqwa disisi-NYA.
Kemudian juga Allah menciptakan manusia sebagai khalifah. Untuk melaksanakan tugasnya, khalifah dituntut untuk menjadikan sifat-sifat Allah bagian dari karakteristik kepribadiannya untuk mendukung terwujudnya kemakmuran. Pengabdian dan ketaqwaan kepada Allah merupakan jembatan untuk mencapai kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat.

Agar tujuan hidup dapat tercapai, maka perlu diperhatikan segala sesuatu yang mendukung keberhasilan program pendidikan itu. Dari sekian factor penunjang keberhasilan tujuan pendidikan , kesuksesan dalam pendidikan dan proses pembelajaran merupakan salah satu factor yang sangat dominant. Sebab di dalam proses pendidikan dan pembelajaran itulah terjadinya internalisasi nilai-nilai dan pewarisan budaya maupun norma-norma secara langsung.

















BAB II
PEMBAHASAN
PENERAPAN KURIKULUM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SEKOLAH

A.     Pengertian Kurikulum para ahli istilah kurikulum digunakan pertama kali pada dunia olah-raga pada jaman yunani kuno yang berasal dari kata curir dan curete, yang pada waktu itu kurikulum diartikulasikan sebagai jarak yang ditempuh seorang pelari. Orang mengistilahkannya dengan tempat berpacu atau tempat berlari mulai dari garis start sampai finish.

Selanjutnya istilah kurikulum digunakan dalam dunia pendidikan. Para ahli pendidikan memiliki interpretasi yang berbeda tentang kurikulum, namun dalam perbedaan interpretasi tersebut masih memiliki persamaan, bahwa kurikulum berhubungan erat dengan usaha mengembangkan peserta didik sesuai dengan tujuan yang ingin di capai.
Dibawah ini terdapat beberapa pendapat para ahli tentang kurikulum:
1.      murray print mengungkapkan bahwa kurikulum meliputi perencanaan pengalaman belajar, program sebuah lembaga pendidikan yang diwujudkan dalam sebuah dokumen serta hasil dari implementasi dokumen yang telah disusun.
2.      Peter F. Oliva menyatakan bahwa kurikulum pada dasarnya adalah suatu perencanaan atau program pengalaman siswa yang diarahkan sekolah.

Dengan demikian pengertian kurikulum dalam pandangan modern merupakan program pendidikan yang disediakan oleh sekolah yang tidak hanya sebatas bidang studi dan kegiatan belajarnya saja, akan tetapi meliputi segala sesuatu yang dapat mempengaruhi perkembangan dan pembentukan pribadi siswa sesuai dengan tujuan pendidikan yang diharapkan sehingga dapat meningkatkan mutu kehidupannya yang pelaksanaannya bukan saja di sekolah tetapi juga di luar sekolah.

B.     Bentuk-bentuk kurikulum 2004 dan 2006
1.      Bentuk kurikulum 2004
2.      Bentuk kurikulum 2006
Kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) merupakan kurikulum terbaru di Indonesia yang disarankan untuk dijadikan rujukan oleh para pengembang kurikulum di tingkat satuan pendidikan, KTSP merupakan kurikulum yang berorientasi pada pencapaian kompetisi. Oleh sebab itu kurikulum ini merupakan penyempurnaan dari kurikulum berbasi kompetensi atau yang kita kenal dengan KBK (kurikulum 2004). ini dapat dilihat dari unsure yang melekat pada KTSP itu sendiri, yakni adanya standar kompetensi dan kompetensi dasar serta adanya prinsip yang sama dalam pengolahan kurikulum yang disebut dengan kurikulum berbasis sekolah (KBS). Standar kompetensi dan kompetensi dasar dapat kita lihat dari standar isi (SI) yang disusun oleh badan standar nasional pendidikan (BSNP), yang diturunkan dari standar kompetensi lulusan (SKL), yang selanjutnya SI dan SKL itu harus dijadikan salah satu rujukan.
  1. Pengertian KTSP
Dalam standar nasional pendidikan (SNP pasal 1, ayat 15), dijelaskan bahwa KTSP adalah kurikulum operasional yang disusun dan dilaksanakan oleh masing-masing satuan pendidikan.
  1. Karakteristik KTSP
1)      dilihat dari dasarnya KTSP adalah kurikulum yang berorientasi pada disiplin ilmu.
2)      KTSP adalah kurikulum yang berorientasi pada pengembangan individu.
3)      KTSP adalah kurikulum yang mengakses kepentingan daerah.
4)      KTSP merupakan kurikulum teknologis
  1. Tujuam KTSP
1)      meningkatkan mutu pendidikan melalui kemandirian dan inisiatif sekolah dalam mengembangkan kurikulum mengelola dan mmberdayakan sumber daya yang tersedia.
2)      Meningkatkan kepedulian warga sekolah dan masyarakat dalam pengembangan kurikulum melalui pengambilan keputusan bersama
3)      Meningkatkan kompetisi yang sehat antar satuan pendidikan tentang kualitas pendidikan yang akan dicapai.
  1. Dasar penyusunan KTSP.
Pengembangan KTSP didasarkan pada dua landasan pokok, yakni landasan empiris dan landasan pormal.
  1. Komponen KTSP.
Sebagai sebuah pedoman KTSP terdiri atas empat komponen, yakni:
1)      Tujuan pendidikan tingkat satuan pendidikan.
2)      Struktur program dan muatan KTSP.
3)      Kalender pendidikan
4)      Silabus dan rencana pembelajaran.
  1. Proses penyusunan KTSP.
Terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan dalam menyusun KTSP, yaitu:
1)      Analisis konteks. Yaitu, mengidentifikasi standar isi dan standar kemampuan lulusan, menganalisis kondisi yang ada dari satuan pendidikan dan menganalisis peluang dan tantangan yang ada di masyarakat dan lingkungan sekitar.
2)      Mekanisme penyusunan. Yang meliputi Tim penyusun, kegiatan dan pemberlakuan.                                                                                           
C.     Referensi

Saya sangat berpendapat dengan kurikulum tersebut, mestinya pengembangan teori kurikulum pendidikan agama islam perlu dipikirkan secara nasional dengan mengadakan munas pendidikan agama islam, dulu ada munas IPI dari 1993-1995, habis itu enggak ada lagi, apa tidak ada yang menggagas atau tidak ada lagi dananya?



















BAB III
KESIMPULAN

Dalam menerapkan Kurikulum Pendidikan Agama Islam di sekolah, kita harus berpedoman pada KTSP yakni: Tujuan KTSP, Struktur program dan muatan KTSP, Kalender Pendidikan, Silabus dan rencana pembelajaran sehingga tercapai penerapan kurikulum tersebut kepada anak didik dan insa Allah hasilnya akan beragam apa yang kita harapkan.

perkembangan teknologi informasi dalam penerapannya pada dunia pendidikan

PERKEMBANGAN TEKNOLOGI INFORMASI
DALAM PENERAPANNYA PADA
 DUNIA PENDIDIKAN




MAKALAH

Diajukan untuk tugas BBM (Bahan Belajar Mandiri) mata kuliah DASAR TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI.






















Oleh:
MUHAMMAD HAIKAL
KELAS BAHASA E
SEMESTER 5



PROGRAM STUDY PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA
KAMPUS PURWAKARTA
2009

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami panjatkan ke Hadirat Tuhan Yang Maha Esa dengan Hidaya, inayah, serta ridha-Nya disertai kerja keras dan rasa tawakal kepada-Nya. Maka Alhamdulillah makalah ini dapat diselesaikan tepat waktunya.
Tujuan dalam penulisan makalah dengan judul “Melalui pembelajaran teknologi peserta didik tingkat dasar akan menjadi melek terhadap teknologi computer”ini adalah salah satu tugas BBM (Bahan Belajar Mandiri) mata kuliah Dasar Teknologi informasi dan Komunikasi.  

Pedes, Maret 2009

Penulis













DAFTAR ISI

    
     KATA PENGANTAR
A.    PENDAHULUAN.
B.     TEKNOLOGI SEBAGAI KEBUTUHAN MANUSIA.

a.      Definisi teknologi.
b.      Pengertian dasar teknologi dan teknologi dasar.
c.       Mengapa kita perlu mengembangkan melek teknologi.
1.      Persiapan menyongsong masyarakat masa depan.
2.      Orientasi pendidikan dan profesi di masa depan.
3.      Tujuan pendidikan secara umum.

C.     RASIONAL PENGEMBANGAN PROGRAM PENDIDIKAN TEKNOLOGI DI SEKOLAH.

1.      Landasan filosofis.
a.      Teori filsafat Ekstensialisme.
b.      Teori filsafat Pragmatisme.
2.  Landasan psikologis.
3.  Landasan ilmiah dan teknologis.
4.  Landasan hokum.
5.  Landasan empiric.

D.    PROGRAM PENDIDIKAN TEKNOLOGI DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA
E.      PENUTUP.




A.  PENDAHULUAN
Bangsa dan masyarakat Indonesia akan memasuki era pasar bebas, dimana setiap orang dapat melakukan berbagai aktifitas di Indonesia dengan kompetisi obyektif, tanpa melihat asal-usul kewarganegaraannya. Kondisi tersebut merupakan tonggak yang amat kritis, Karena kemajuan suatu Negara bergantung kepada kualitas sumber daya manusia dan kemajuan teknologi yang dimilikinya untuk dapat bersaing secara global, kompetitif, dan kooperatif. Hal ini berarti siap tidak siap, suka tidak suka, mau tidak mau, semua masyarakat Indonesia akan berhadapan dan terlibat langsung dengan perkembangan iptek yang sangat pesat bagaikan “air bah” yang dapat menerjang siapa saja. Seiring dengan perkembangan iptekyang sangat cepat dan pesat, tatanan dan kehidupan social masyarakat juga berubah sehingga kebudayaan manusia Indonesia juga berubah. Jika hal tersebut tidak diantisipasi dengan tindakan nyata, maka bangsa Indonesia hanya akan menjadi obyek dari perkembangan teknologi, bukan subyek yang dapat berperan serta aktif.
Untuk mengantisipasi dan menghadapi era tersebut, pemerintah telah berupaya mempersiapkan diri, salah satunya dengan mencanangkan “Program wajib belajar Sembilan tahun” pada tahun 1994 dan iptek perlu diperkenalkan secara dini melalui pendidikan formal. Diharapkan masyarakat Indonesia serendah-rendahnya berpendidikan SMP yang juga ” melek teknologi”.
Dinegara-negara yang telah maju seperti  Amerika serikat, Inggris, Jerman, Belanda, Belgia, Australia, dan Jepang. Pendidikan teknologi telah diperkenalkan sejak akhir dasawarsa yang lalu dan pada saat ini telah dijadikan bagian dari kurikulum pokok pada sistim pendidikan dasar dan pendidikan lanjutan. Di Afrika selatan telah dipersiapkan kurikulum yang disebut “Kurikulum Afrika selatan menuju tahun 2025” dan memasukkan kurikulum teknologi sebagai mata pelajaran pokok.
Di Indonesia sebenarnya telah ada gagasan untuk memperkenalkan pendidikan teknologi sebagai suatu mata pelajaran terpisah, yaitu pada saat penyusunan kurikulum pada tahun 1990-1991, tetapi akhirnya diputuskan oleh pemerintah bahwa teknologi di integrasikan kedalam mata pelajaran yang sudah ada seperti  Fisika, Kimia, dan Biologi, seperti yang terlihat pada kurikulum 1994.

B.   TEKNOLOGI SEBAGAI KEBUTUHAN MANUSIA
a.         Definisi Teknologi
Teknologi merupakan konsep yang sangat luas, kompleks, dan komprehensif. Konsep teknologi selalu berhubungan dengan teknologi modern dan teknologi tradisional serta berhubungan dengan perubahan social dan budaya masyarakat. Webber (1997) menyatakan bahwa teknologi adalah suatu hal yang berkaitan dengan perancangan, pembuatan/kontruksi dan penggunaan suatu peralatan benda kerja sebagai pemecahannya.
Dalam standards for technological Literacy (ITEA,2000) Dinyatakan bahwa teknologi berhubungan dengan bagaimana manusia memodifikasi alam sesuai dengan kebutuhan dan maksudnya. Hutchinson dan Kartnitzigh (1994), mengemukakan, bahwa teknologi adalah proses yang dilakukan manusia untuk membuat hidupnya lebih nyaman, dimana dalam proses tersebut keinginan manusia dipenuhi dengan cara memecahkan masalah, menerapkan pengetahuan mengembangkan peralatan serta menghasilkan suatu karya teknologi. Sedangkan ploegmakers (dalam doornekamp, 1995) menyatakan bahwa teknologi adalah suatu bidang aktivitas manusia (didalamnya terdapat produk dan proses) yang didasarkan pada akumulasi pengetahuan dan keterampilan.
Secara komprehensip Iskandar alisyahbana (Sukmadinata 1997) Menyatakan bahwa teknologi adalah cara melakukan sesuatu untuk memenuhi kebutuhan manusia dengan bantuan alat dan akal (Hardware dan software) sehingga seakan-akan memperpanjang, memperkuat, atau membuat lebih ampuh anggota tubuh, panca indra dan otak manusia.
b.       Pengertian Dasar Teknologi dan Teknologi Dasar
Belakangan ini terdapat kecenderungan dalam masyarakat yang mempertalikan, menyamakan, atau menyatukan teknologi dengan ilmu pengetahuan. Pada saat ini ilmu pengetahuan dan teknologi seperti dua belahan mata uang yang tidak terpisahkan, sehingga muncul istilah “ilmu pengetahuan saat ini, teknologi esok harinya” atau sebaliknya. Tetapi bila dicermati lebih teliti teknologi dan ilmu pengetahuan adalah dua hal yang berbeda, teknologi sebagai suatu sitim keterampilan praktis sedangkan ilmu pengetahuan sebagai suatu system pengetahuan rasional. Ilmu pengetahuan dan teknologi dapat dibedakan berdasarkan :
1). Tujuan
2). Hasil
3). Lingkungan
4). Sumber
5). Komponen aktivitas
6). Proses control

Perbedaan antara ilmu pengetahuan dan teknologi secara rinci disajikan dalam table berikut jadi, teknologi berbeda dengan karakteristik dasar ilmu pengetahuan. Perbedaan itu karena tujuan pengembangan masing-masing memang berbeda. Ilmu pengetahuan bertujuan memperluas pengetahuan dengan jalan menyusun teori-teori yang semakin baik, sedang teknologi bertujuan menciptakan produk-produk baru dengan jalan membuat sarana untuk meningkatkan efektivitas.

c.       Mengapa kita perlu mengembangkan melek teknologi

Teknologi  pada saat ini sudah menjadi bagian dari kehidupan manusia, dan pada tahun-tahun mendatang intensitas keterlibatan teknologi dalam kehidupan manusia akan semakin tinggi . Pada tahun 1968 The European Council (Dewan Eropa) Telah menyimpulkan bahwa suatu pendidikan umum yang baik harus mencakup orientasi  kearah teknologi mutakhir. Gagasan ini telah dianggapsebagai titik awal perkembangan pendidikan teknologi secara internasional sebagai suatu mata pelajaran baru didalam pendidikan umum bagi seluruh siswa. Ada tiga alasan mengapa orientasi teknologi mutahir dimasukkan kedalam kurikulum inti.

1.     Persiapan menyongsong masyarakat masa depan.
Untuk mempersiapkan para siswa agar dapat berperan di masyarakat di masa yang akan datang, siswa harus diberi pemahaman tentang teknologi, yakni suatu aspek penting dalam masyarakat kita di masa yang akan datang. Teknologi ikut menentukan standar hidup seseorang dan telah mempengaruhi cara mereka berinteraksi dengan dunia atau lingkungan yang ada di sekitar mereka. Setiap orang perlu mengetahui teknologi agar dapat memahami masyarakat modern dan akan lebih baik lagi jika mereka dapat berperan aktif dalam masyarakat modern tersebut. Pendidikan teknologi memungkinkan para siswa memperoleh keterampilan untuk menangani peralatan teknologi, merancang, serta memecahkan persoalan teknologi dan memungkinkan mereka mengembangkan kemampuan teknologinya.
Selain itu, pendidikan teknologi dasar dapat merangsang siswa untuk berpikir secara kritis tentang teknologi (Eggleson, 1994). Disatu pihak, teknologi telah memberikan pengaruh yang positif, namun dipihak lain teknologi juga mempunyai dampak negative terhadap masyarakat. Pendidikan teknologi akan memberikan kesempatan kepada siswa untuk berlatih dan berpartisipasi dalam pengambilan keputusan ini sesuai dengan bagaimana teknologi tersebut dikembangkan dan diterapkan.
2.     Orientasi pendidikan dan profesi di masa depan
Para siswa harus mengembangkan kemampuan teknologi sebagai bagian dari persiapan umum untuk menempuh pendidikan yang lebih tinggi serta dapat melakukan aktivitas produktif di masa depan. Para siswa memerlukan keterampilan umum yang dapat diterapkan dalam berbagai jenis pekerjaan dan situasi di masa yang akan datang.

Para siswa harus dibekali keterampilan umum untuk memecahkan masalah serta kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan persyaratan- persyaratan yang beruba-ubahserta kemampuan untuk bekerja dalam tim.

3.     Tujuan-tujuan pendidikan secara umum
Dimasukkannya pendidikan teknologi dasar sebagai bagian dari pendidikan umum mempunyai manfaat bagi pencapaian tujuan pendidikan di sekolah dasar dan melengkapi pencapaian kompetensi dan life skills lulusan SD.PTD memberikan kesempatan secara memadai bagi peserta didik untuk memecahkan persoalan dalam kehidupan nyata, menumbuhkan pemikiran reflektif, serta membantu perkembangan dan keterlibatan aktif dari peserta didik dalam proses belajar.




C.  RASIONAL PENGEMBANGAN PROGRAM PENDIDIKAN TEKNOLOGI DI SEKOLAH
1.        Landasan filosofis
Berikut ini beberapa acuan yang dapat dijadikan sebagai landasan filosofis dalam penerapan dan pengembangan pendidikan teknologi dasar ini, yaitu antara lain:
a.       Teori filsafat ekstensialisme. Teori ini memandang bahwa materi pembelajaran pada jenjang pendidikan dasar harus diarahkan pada penguasaan computer dasar.
Kemampuan dasar yang harus dimiliki seorang siswa ada tiga dan dikenal dengan “tiga R” yaitu:
1.        Reading and writing
2.        Reckoning and fiuring
3.        Roughting and righting

b.   Teori filsafat pragmatisme.
Segala sesuatu harus di nilai dari segi kegunaan praktisdengan ukuran kebenaran didasarkan pada kemanfaatannya bagi manusia. Pendidikan teknologi dasar (PTD) merupakan salah satu dari gerakan pendidikan progresif yang mengembangkan kelima prinsif tersebut diatas dengan metode pembelajaran yang utama adalah pemecahan masalah dalam setiap aktifitas dalam kegiatan belajarmengajarnya.

2.      Landasan psikologis
Interaksi dengan lingkungan itu akan menyebabkan manusia mengembangkan kemampuannya melalui proses belajar. Semakin kuat motif untuk memenuhi kebutuhan itu, maka semakin kuat pula proses belajar yang terjadi sehingga akan semakin tinggi hasil belajar yang dapat dicapainya.

3.    Landasan ilmiah dan teknologis
Proses ilmiah dan proses teknologi harus dilatihkan dan diperkenalkan melalui pendidikan. Oleh karena itu jlur pendidikan khususnya pendidikan formal harus mampu mengakomodasi dan mengantisipasi perkembangan iptek. Bahan pembelajaran iptek seharusnya hasil perkembangan iptek mutakhir. Dengan demikian sikap ilmiah dan kemampuan teknologi dapat ditanamkan lebih dini pada peserta didik.
4.    Landasan hukum
Berikut ini ada beberapa landasan hokum yang dapat dijadikan acuan dalam pengembangan dan inplementasi program pendidikan teknologi dasar (PTD) yaitu:
a.   UUD 45 pasal 31 ayat( 1) menyebutkan bahwa setiap warga Negara berhak mendapat pendidikan dan ayat(3) menegaskan bahwa pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional  dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa yang diatur dengan undang-undang.

b.   UU no. 20 tahun 2003 pasal 3 tentang sistem pendidikan nasional yang menyatakan bahwa: pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa.

c.   UU No. 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional, pasal 36 ayat 3, menyatakan bahwa: kurikulum disusun sesuai dengan jenjang pendidikan dalam kerangka Negara kesatuan republic Indonesia dengan memperhatikan antara lain perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, serta dinamika perkembangan global.

Atas perkembangn tersebut diatas, maka pendidikan teknologi dapat dan perlu diperkenalkan sebagian secara dini dalam rangka mencapai melek teknologi di masyarakat serta akan memperkuat bekal kemampuan dasar dari mata-mata pelajaran yang sudah ada khususnya mata pelajaran MIPA.

5.    Landasan empiric
a.   Pendidikan teknik merupakan pendidikan umum yang telah diterapkan dibanyak Negara maju, seperti Amerika serikat, Belanda, Inggris, Jerman, Australia dan dibeberapa Negara maju di asia dan afrika. Pada Negara-negara tersebut pendidikan teknik sudah masuk menjadi mata pelajaran inti kurikulum nasional mereka.
b.   Setelah tiga tahun uji coba, Balitbang diknas menyatakan bahwa uji coba program PTD dinyatakan berhasil, sehingga pada tahun 2000 program PTD dikembangkan di 10 sekolah lain.

c.    Hasil penelitian yang dilakukan oleh Didi T. Chandra (2000) menyatakan bahwa:
1.        PTD dapat meningkatkan ilmiah siswa.
2.        PTD meningkatkan motif berprestasi para siswanya.
3.        PTD meningkatkan perspektif positif terhadap mata pelajaran lain.
4.        PTD selain meningkatkan hasil belajar dalam aspek kognitif juga meningkatkan aspek sikap dan spikomotor.

D.  PROGRAM PENDIDIKAN TEKNOLOGI DI SMP
Satuan pendidikan SMP merupakan target penuntasan wajib belajar pendidikan dasar 9 tahun karena merupakan bagian akhir dari jenjang pendidikan dasar yang menghasilkan jumlah lulusan cukup banyak, serta memberikan kontribusi bagi penanganan lebih lanjut, beberapa lulusannya akan melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi dan sebagian ada yang tidak melanjutkan. Pendidikan teknologi dapat menjadi alternative pemecahan terhadap dua lulusan SMP, yaitu dapat menjadi dasar yang baik bagi lulusan SMP yang akan melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi karena didasari oleh pemahaman yang lebih baik tentang teknologi, bagi yang tidak melanjutkannya, pendidikan teknologi bila dikembangkan lebih lanjut akan bermanfaat bagi kehidupannya.

E.                   PENUTUP
Teknologi telah berkembang sangat cepat dan sulit memprediksi perkembangan teknologi dan pekerjaan di masa dating. Era globalisasi dan pasar bebas menuntut penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi yang baik disegala bidang karena masyarakat yang dapat menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi  akan dapat berperan serta dalam era tersebut. Sedangkan masyarakat yang tidak menguasai ilmu dan teknologiakan menjadi objek dari Negara-negara maju.
Dengan rasional tersebut pendidikan teknologi dasar dibutuhkan pada pendidikan umum, khususnya pada jenjang sekolah menengah pertama (SMP). Melalui pembelajaran teknologi peserta didik akan menjadi melek terhadap teknologi. Melek teknologi bukan berarti sekedar tahu dan menjadi penonton belaka, akan tetapi mereka akan terlibat dalam aktifitas teknologi.
Mengacu pada penjelasan di atas, maka di dalam struktur kurikulum sekolah menengah pertama (SMP), program PTD seyogyanya sejajar dengan mata pelajaran keterampilan, sehingga struktur di dalam kurikulum SMP, program PTD diusulkan menjadi bagian dari struktur no.10, sehingga menjadi 10. Keterampilan/TIK/PTD.